Minggu, 05 Mei 2013

Sekilas Darul hadist ma'bar


Darul Hadist ma'bar - Ma’had ini teletak di selatan ibu kota Yaman (Shan’a) sekitar 1,5 jam perjalanan dengan kecepatan rata-rata 130 KM/jam, dan di utara kota propinsi Dzamar sekitar 40 menit perjalanan dengan kecepatan yang sama. Dan Ma’bar adalah kotamadya yang masuk wilayah Dzamar.
Disekitar ma’had adalah pasar dan pertokoan, semua apa yang kita butuhkan sebagian besarnya tersedia di sini. Terkhusus buah-buahan yang jarang ada di Indonesia.
Iklim Di Ma’bar
Wilayah Dzamar termasuk di dalamnya Ma’bar dikenal dengan kulkas Yaman. Ketika musim dingin (Dzul Qa’dah – Muharram) suhu bisa mencapai minus. Tahun pertama saya di sini musim dinginnya mencapai -7 derajat C, tahun kedua mencapai -4 derajat C, tahun-tahun berikutnya sudah tidak memperdulikan lagi. Alhamdulillah saya sudah terbiasa berkat keutamaan dari Allah تعالى.
Bangunan Ma’had
Disamping adalah bangunan ma’had dari atas. Bangunan masjid yang diawali pada 25 tahun yang lalu kini telah berubah.
Lantai 1 adalah masjid, lantai 2 perpustakaan, lantai tiga perpustakaan baru, namun sementara ini digunakan untuk asrama.
Rumah As-Syaikh Muhammad Al-Imam dan Asy-Syaikh Taufiq masuk dalam lingkungan ma’had, adupun Asy-Syaikh Abdurraqib maka terpisah di samping masjid. Rata-rata 2-3 lantai rumah beliau-beliau ini.
Dapur ma’had ada di dalam gandeng dengan ruang tamu dan tempat makan santri.
Adapun para pelajar yang berkeluarga maka mereka mengontrak rumah di sekitar ma’had. Harga kontrakan pun berbeda-beda. Adapun saya alhamdulillah sekitar 70 meter dari masjid.
Pengamanan Ma’had
Sudah kita sebutkan bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka terhadap Asy-Syaikh dan dakwah, sebagaimana hal ini terjadi padaAsy-Syaikh Muqbil. Oleh karena itu siapa yang pernah melihat gambar ‘curian’ yang ditayangkan Metro TV mungkin melihat kok ada matras jaga dan penjaga siaga di pintu dan beberapa tempat. Kami sebut ‘curian’ karena kami dan mereka sepakat untuk tidak ada pengambilan gambar, ternyata mereka belakangan ketahuan ingkar janji .
Syaikh sendiri di dalam ma’had dikawal 3 orang bersenjata, karena yang shalat di masjid bukan santri semata, namun ada orang-orang yang tidak dikenal. Di masjid ada beberapa penjaga, di setiap pintu gerbang ada beberapa penjaga. Adapun ketika Syaikh keluar maka dikawal 2-3 mobil, dengan bersenjata lengkap.
Namun benarkah ma’had ini yang demikian ketat penjagaannya sulit untuk dimasuki? Atau benarkah mengajarkan teror dan perang?
Pertama: Siapa saja bisa mudah masuk, kecuali mencurigakan maka layak dicurigai. Kamipun aman tenang belajar, pemerintah Yaman juga tahu, senjata tersebut untk penjagaan, karena senjata memang bebas di sebagian tempat di Yaman.
Kedua: Kesibukan Asy-Syaikh yang kami sebutkan menunjukkan teror macam apa yang diajarkan?? Tidak ada waktu untuk itu dan tidak akan mengajarkan hal itu!!! Demikian pula telah kami tulis penjelasan beliau akan hal ini dalam artikel yang lewat khususnya ketika wawancara dengan Metro. Dan nanti dari kegiatan belajar mengajar akan jelas apa yang diajarkan. Justru kamilah yang terdepan dalam menjelaskan bahaya orang yang terjangkit pemikiran teror.
1. Kapan Ma’had ini dibangun
Sebagaimana yang disebutkan oleh Asy-Syaikh sendiri dan juga banyak sumber yang lain, bahwa ma’had ini dibangun kira-kira sebelum 25 tahun yang lalu. Sekitar sebelum 25 tahun yang lalu seorang tokoh dari Ma’bar, Jahran, Dhamar, Yaman ini yang bernama Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush رحمه الله datang kepada Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله dan meminta agar beliau mau menunjuk salah seorang muridnya untuk merintis dakwah salafiyah di Ma’bar. Asy-Syaikh Ahmad رحمه الله telah membangun sebuah masjid untuk itu. Dan waktu itu, Ma’bar adalah daerah yang dipenuhi dengan pemikiran syi’ah, dan tiada dakwah sunnah yang terpancar di sana.
Maka jatuhlah pilihan Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله pada seseorang yang sudah teruji kesabaran dan kepemimpinannya, yaitu Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله. Dan Asy-Syaikh Al-Imam pun bersedia dengan bertawakkal meminta tolong kepada Allah تعالى kemudian dengan restu dan doa dari gurunya.
Semenjak saat itu mulailah cahaya sunnah yang suci dipancarkan kepada masyarakat Ma’bar. Melalui Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله dan melalui Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush (semoga Allah تعالى membalas jasa beliau dan menempatkan beliau di surga-Nya yang paling tinggi).
2. Kondisi awal mula Dakwah di Ma’bar
Pada permulaan dakwah ini di Ma’bar, Asy-Syaikh Al-Imam hanya memiliki 7 orang murid, padahal ukuran masjid waktu itu mampu menampung kira-kira 2000-2500 orang. Tapi memang inilah perkara yang dikehendaki Allah تعالى, sehingga terlihat bagaimana kredibilitas seorang Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam ini.
Dan Asy-Syaikh pun tidak luput dari para pendengki dari kaum syi’ah, karena dengan cahaya sunnah inilah jadi terbongkar borok-borok mereka. Salah satu contohnya seperti diceritakan oleh Asy-Syaikh sendiri, waktu itu kedengkian sekelompok orang syi’ah terhadap beliau dan dakwah salafiyah sedang memuncak, maka merekapun membuat fitnah dan menuduh Asy-Syaikh dengan tuduhan dusta, sehingga pemerintahpun terhasut untuk mempersempit ruang gerak beliau. Namun, Allah تعالى menjadikan qadhi untuk daerah Ma’bar atau Dzamar membuka mata untuk mendengar apa yang dibawa oleh Asy-Syaikh. Maka qadhi mengundang syi’ah dan mengajukan keluhannya, dan juga mengundang Asy-Syaikh untuk menjelaskan.
Setelah Asy-Syaikh menjelaskan sesuai dengan ajaran dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman ulama salaf, maka qadhi yang seimbang dalam menghukumi ini menilai bahwa dakwah Asy-Syaikh adalah dakwah perbaikan tidak betentangan dengan pemerintah, dakwahnya sesuai dengan ajaran Rasul صلى الله عليه وسلم. Maka beliaupun dijinkan untuk melanjutkan dakwah beliau. Maka setelah itu Allah تعالى melimpahkan anugerahnya, sehingga berbondong-bondonglah masyarakat Yaman untuk menimba ilmu dari beliau. Itulah keutamaan yang Allah تعالى limpahkan pada orang yang Dia kehendaki. Sehingga muridnya pada saat ini telah mencapai sekitar 4000 orang, ditambah dengan murid-murid beliau yang telah banyak belajar dan beliau kirim untuk mengampu ma’had-ma’had dan masjid-masjid yang lain.
Semoga Allah تعالى menjaga beliau dan para muridnya serta ma’had ini, dan memperbanyak yang semisalnya. Amin.
3. Masjid

Terkait dengan masjid ini. Masjid ada dua bagian. Bagian pertama adalah yang dibangun oleh Asy-Syaikh Ahmad Al-Banush رحمه الله dan ini sekitar 2/5 bagian di bagian belakang.
Dan bagian kedua adalah perluasan dari masjid tersebut sekitar 3/5nya, yang ini di bagian depan. Dimana ketika para pelajar makin banyak berdatangan, maka seorang hartawan yang sangat semangat mendermakan hartanya untuk dakwah Allah تعالى segera memperluas masjid ini. Beliau adalah Muhammad Fari’ Al-Wushaby (semoga Allah تعالى menjaganya 
Daya tampung masjid An-Nur, Ma’bar ini beserta teras sampingnya bisa mencapai 10.000 orang, sebagaimana dikatakan oleh bapak muadzin. Terbukti cukup untuk menampung para jama’ah dari penjuru Ma’bar ketika shalat Jum’ah atau shalat ‘Id. Dibersihkan dengan vacum cleaner 3x seminggu oleh petugas khusus. Pada tiap-tiap tiang masjid ada rak untuk mushaf Al-Qur’an, dan Al-Qur’an ini tidak boleh dibawa keluar dari masjid. Di samping tiang ada kotak-kotak tempat sandal bagi para pelajar ataupun yang sekedar mampir shalat.dan keluarganya serta melimpahkan barakah pada hartanya). Beliau ini pulalah yang ikut andil dalam membangun Dammaj dan juga Masjid
Ma’had Dar Al-Hadits Fiyusy, Aden.
Di samping kanan masjid adalah teras, yang digunakan untuk shalat kalau dalam masjid tidak cukup lagi.
4. Maktabah / Perpustakaan
Perpustakaan ini berada tepat di atas masjid bagian depan. Kira-kira sepanjang 3/5 masjid dan lebarnya 1/3 lebar masjid.
Isinya kitab-kitab dalam segala bidang ilmu syar’i, dan sebagian bidang ilmu umum. Sampaipun sebagian kitab yang ditulis oleh para penyimpang ada di dalamnya. Ribuan judul ada padanya. Dan tidak sedikit satu judul kitab memiliki berberapa cetakan. Pada susunan yang
dahulu, semua kitab hanya berada di rak-rak yang menempel dengan dinding.
Namun pada susunan yang baru, setelah renovasi, juga dengan adanya pertambahan kitab, maka selain di rak yang menempel pada dinding, kitab juga
ditata pada tiap-tiap rak yang ada di setiap tiang.
Pada bagian tengah ada beberapa kursi dan meja, yang digunakan oleh para pembahas dan pembaca. Mereka bisa hadir ke perpustakaan jam 8 pagi sampai menjelang zhuhur, setelah pelajaran ba’da zhuhur sampai menjelang ‘ashr, setelah pelajaran ba’da ‘ash sampai menjelang maghrib, dan setelah isya’ sampai jam 21.30.
Di bagian pojok dari perpustakaan ini adalah ruangan Asy-Syaikh dan di depan ruangan ini ada tempat duduk yang nyaman bagi para pengantri yang ingin berte

mu dengan Asy-Syaikh.
5. Asrama Santri
Untuk tempat tidur para pelajar yang masih lajang atau tidak membawa keluarga ke sini, maka ada tempat untuk mereka. Ada beberapa bangunan dan beberapa kamar. Setiap kamar daya tampungnya berbeda-beda, ada yang 15 orang, ada yang 30 orang dan ada yang 40-50 orang. Adapun kamar untuk teman-teman Indonesia ada 5 kamar. 3 kamar berada di dekat perpustakaan, artinya berada di lantai atas masjid. Dan 2 kamar yang lain di gedung terpisah dengan masjid di lantai 3, namun masih di dalam kompleks Ma’had.
Semoga Allah تعالى membalas kebaikan para pendiri ma’had ini, menjaga ma’had ini, para pengasuhnya, para pengurusnya, para donaturnya dan para penjaganya. Mereka sudah tahu tentunya bahwa hasil dari yang mereka sumbangkan tidaklah sia-sia, terbukti dengan tercetaknya para da’i dan ‘alim dari ma’had ini. Dan semoga kami bisa pulang membawa cahaya sunnah dan perbaikan bagi keluarga dan masyarakat.
Terkait tempat belajar mengajar;
  1. Di Masjid, dan ruangan-ruangan di sekitar masjid
  2. Di kamar-kamar asrama para pelajar selain kamar pelajar dari luar Yaman.
  3. Di perpustakaan.
  4. Di atap masjid (ini khusus bagi pelajaran anak-anak yang masih belajar baca tulis).
  5. Di tempat makan.
Pelajaran-pelajaran yang dilangsungkan;
Sebelum lebih jauh kita jelaskan dulu hal berikut:
  1. Bahwa As-Syaikh menyarankan untuk mengambil pelajaran yang paling penting dan mudah sesuai dengan jenjangnya, setingkat demi setingkat, tidak perlu buru-buru sehingga tidak paham.
  2. Semua pelajar harus memberikan waktu untuk menghafal atau mengulang Al-Qur’an, dan wajib menghadiri 3 pelajaran umum yang diampu oleh Asy-Syaikh Muhammad, semua wajib hadir kecuali orang-orang yang dikecualikan.
  3. Selebihnya disarankan untuk mengambil maksimal 3 tambahan pelajaran khusus, salah satunya adalah aqidah (karena inilah yang akan meluruskan keyakinan seseorang). Jadi totalnya: Al-Qur’an, 3 pelajaran Asy-Syaikh dan 3 pelajaran tambahan. Ini untuk setiap harinya.
Dan berikut pelajaran-pelajaran yang ada secara global;
Pertama: Al-Qur’an
  1. Setiap setelah shalat fajr, para pelajar menghafal Al-Qur’an (bagi yang belum selesai) atau mengulangi hafalannya. Ini bertempat di masjid dari bagian depan sampai belakang, bahkan di teras.
  2. Pada sekitar jam 08.00-09.00 para pelajar menuju halaqah setoran Al-Qur’an dan praktek tajwid. Ada puluhan halaqah dengan penyimak masing-masing, bertempat di masjid bagian belakang. Asy-Syaikh menekankan untuk setiap harinya minimal menyetor satu halaman hafalan baru (bagi yang lemah hafalannya), bagi yang berhafalan kuat maka sebanyak mungkin sesuai dengan waktu yang diberikan.
Kedua: Selain Al-Qur’an
Kita akan membahas pelajaran selain Al-Qu’an ini sesuai dengan jam-jam pelajaran, dengan alasan sebagai berikut;
  1. Para pelajar di sini belajar sesuai dengan taraf kemampuan pemahamannya, yang baru mulai belajar mengambil pelajaran yang penting dan ringan, yang sudah lama belajar maka menyesuaikan dengan kemampuan dan penyempurnaan.
  2. Setiap pelajaran dan bidang memiliki gurunya masing-masing dari jenjang terendah sampai tertinggi, dan jam pelajarannya pun menyesuaikan dengan guru tersebut serta tempat belajarnya. Karena murid yang begitu banyak, tempat yang harus dibagi-bagi, serta guru yang kegiatannya berbeda-beda.
Pelajaran selain Al-Qur’an sesuai dengan jam pelajarn
Jam 09.00 – 10.00 : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:
Pelajaran Aqidah (Tsalatsah Al-Ushul, Al-Qaulul Mufid, Kasyf Syubhat, Qawa’id Al-Arba’, Ushul Sittah, dll) ada beberapa halaqah untuk pelajaran-pelajaran tersebut dengan jumlah peserta pelajaran yang berbeda dan di tempat yang berbeda-beda.
Pelajaran Bahasa (Nahwu dan Sharf): dari Ajrumiyah, Mutammimah, Qathrun Nada, Al-Fiyah, dan berbagai pelajaran Sharf.
Pelajaran Musthalah ringan seperti Baiquniyah, Muqizhah.
Pelajaran Tajwid seperti Al-Jazariyah dll.
Jam 10.00 – 11.00  : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:
Pelajaran Aqidah jejang menengah atau atas, seperti Kitab Tauhid, Fathul Majid, Nawaqidz Al-Islam, Lum’ah Al-I’tiqad, Qawa’id Al-Mutsla, Al-Wasithiyah, Tadmuriyah, Hamawiyah.
Pelajaran Musthalah Hadits tingkat menengah dan atas, seperti Al-Ba’its, Nuzhah, Tadrib Ar-Rawy, Dhawabith Al-Jarh wa At-Ta’dil, At-Taqyid wa Al-Idhah, ‘Ilal At-Tirmidzy. Ada juga yang diadakan pada jam 09.00-10.00.
Pelajaran Ushul dan qawa’id Fiqh, dengan berbagai jenisnya dari Al-ushul min ‘Ilm Ushul sampai Mudzakirah dan Qawa’id Ibnu Rajab atau I’lam Al-Muwaqi’in atau Ar-Risalah.
Pelajaran ilmu waris.
Jam 11.00 – Zhuhur  : Seringnya pelajaran yang ada pada waktu ini adalah:
Pelajaran Aqidah tingkat atas, seperti Thahawiyah, Safariniyah.
Pelajaran Fiqih bersama Asy-Syaikh Taufiq (Bulugh Al-Maram – sekarang sampai kitab Shalah) dan para guru ikut hadir dalam pelajaran ini.
Ba’da Zhuhur : Pelajaran Tafsir bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da maghrib hari sebelumnya. Hadits dari Shahih Muslim.
Setelah pelajaran Asy-Syaikh, adalah jam makan siang, namun bagi pelajar Indonesia biasanya dimanfaatkan untuk belajar juga sekedar 30 menit atau mengulang hafalan Al-Qur’an.
Setelah makan siang adalah waktu istirahat siang sampai ‘Ashr.
Ba’da ‘Ashr : Pelajaran Shahih Al-Bukhary bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da zhuhur sebelumnya, hadits dari Lu’lu’ wal Marjan (Hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhary dan Muslim).
Setelah itu sampai satu jam ke depan ada berbagai pelajaran dalam berbagai bidang yang dilangsungkan. Tinggal masing-masing orang yang ingin mengikutinya menyesuaikan dengan jenjang pemahamannya.
Setelah itu waktu makan malam sambil menunggu waktu maghrib.
Ba’da Maghrib : Pelajaran Shahih Muslim bersama Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam, sebelum masuk pelajaran beliau akan menunjuk beberapa orang untuk setoran hafalan hadits yang ditulis pada pelajaran ba’da ‘ashr sebelumnya, hadits dari Shahih Al-Bukhary.
Pelajaran ini berlangsung 1 jam, baru menunaikan shalat ‘Isya’.
Ba’da Isya’ : Secara asal Asy-Syaikh tidak mengijinkan dibuka pelajaran ba’da ‘isya’, karena siang sudah cukup, dan agar para pelajar memiliki waktu untuk mengulang pelajarannya, lalu tidur lebih awal dan bisa bangun sepertiga malam terakhir untuk shalat lail (tahajud).
Namun beliau mengijinkan bagi yang memiliki alasan kuat. Dan pelajaran yang ada pada ba’da isya’ pada saat ini adalah Durar Al-Bahiyah (pelajaran Fiqh).
Yang diluar jam keumuman:
Pelajaran yang diluar jam keumuman juga banyak, ada pelajaran privat ada yang selain privat. Contohnya: Pelajaran Fiqih (Umdah Al-Kubra) jam 06.30 pagi, pejalaran bahasa (Balaghah dan Ilmu Sya’ir) ada yang jam 09.00 ada yang jam 11.00, pelajaran Qawa’id Fiqih ba’da zhuhur, dll.
Adapun anak-anak:
Mereka belajar membaca dan menulis pagi hari jam 09.00 – jam 11.00, dan sore setelah pelajaran Asy-Syaikh sampai waktu makan malam.
Adapun yang sudah bisa membaca Al-Qur’an maka mengikuti setoran hafalan pada jam 08.00 pagi.
Anak-anak ini adalah anak-anak para pelajar yang sudah berkeluarga. Karena Asy-Syaikh tidak menerima calon pelajar yang belum bisa membaca dan menulis kalau tidak ada walinya di sini. Jadi anak-anak yang mau belajar di sini harus ada walinya.

info: Syarat bagi yg ingin ke Darul hadist ma'bar
Wabillahi taufiq.

Sekilas Darul hadist Fiyus

Darul Hadits Al-Fiyusy - Pondok pesantren darul hadits al-fiyusy merupakan salah satu pondok pesantren ahlus sunnah terbesar di dunia, memiliki banyak sekali santri, baik santri berasal dari yaman maupun dari luar yaman, beberapa santri asing mereka berdatangan dari banyak negara, diantara mereka datang dari Indonesia,  Somalia, Prancis, Belanda, Inggris, Belgia, Tajikistan, Canada, Kenya, Ethiopia, Nigeria, Sudan, Aljazair, Libya, dan Maroco dan lain-lain. Sampai saat ini santri asing yang paling banyak berasal dari indonesia jumlah mereka lebih dari 140 santri, walhamdulillah.
Konsep belajar di pondok pesantren darul hadits Al-Fiyusy
Bagi santri yang bujang / tidak membawa keluarga, pondok pesantren darul hadits al-fiyusy memberikan fasilitas berupa asrama tempat tinggal, makan, dan minum secara gratis, jika datang iedul fitri maupun iedul adha biasanya pondok memberi santunan uang buku kepada setiap santri, pondok pesantren darul hadits al-fiyusy juga memberi kesempatan kepada semua santri yang ingin mendalami ilmu agama, tidak dipersyaratkan harus menguasai cabang ilmu tertentu dari ilmu agama, bahkan pintu terbuka lebar bagi santri asing yang masih baru belajar bahasa arab, atau baru saja mengenal baca tulis arab, santri dibebaskan mengikuti setiap pelajaran yang dibuka, pelajaran yang dibuka pun beraneka ragam, dari tingkat yang paling dasar sampai tingkat lanjut.
Bagi santri yang membawa keluarga, di lingkungan pondok pesantren darul hadits fiousy terdapat banyak rumah-rumah yang dikontrakkan, karena pondok tidak menyediakan tempat tinggal bagi yang berkeluarga, sehingga makan dan minum menjadi tanggungan pribadi, biaya kontrak rumah antara Rp. 700 ribu sampai Rp.1juta per bulan. Jika ada rejeki biasanya pondok memberi santunan kepada setiap kepala rumah tangga per bulan sekitar Rp. 500 ribu juga terkadang memberi santunan berupa bahan-bahan pokok semisal beras, tepung, kurma, kacang-kacangan. Namun santunan tersebut tidaklah rutin ada setiap bulan, toh lapangan pekerjaan cukup banyak di lingkungan sekitar pondok, bagi santri berkeluarga yang ingin belajar sekaligus bersodaqoh dengan memberi nafkah kepada keluarga.
Beberapa Ulama dan para Ustadz pengajar di pondok pesantren darul hadits al-fiyusy :
Asy-Syaikh Al Faqih Abdurrahman bin Umar Al-Mar’i
Asy-Syaikh Abul Abbas Yasin Al-Adeni
Asy-Syaikh Ahmad Arbas
Al-Ustadz Ahmad Al-Qodasi (mustafid ilmu hadits)
Al-Ustadz Abas Jauna (mustafid qowaid fiqh)
Al-Ustadz Muhammad Al-Qudsi (mustafid ilmu hadits)
Al-Ustadz Abul Khotob Al-Libiy (mustafid fiqh dan aqidah)
Al-Ustadz Anis Al-Yafi’I (mustafid lughoh dan faroid)
Al-Ustadz Majdi Al-Askari (mustafid qur’an qiro’ah sab’ah)
Al-Ustadz Solah Kentus (mustafid ushul fiqh)
Dan masih banyak yang lainnya…
Beberapa bidang ilmu agama yang diajarkan
di pondok pesantren darul hadits al-fiyusy
Bidang-bidang ilmu agama secara keseluruhan diajarkan di pondok pesantren darul hadits fiousy, landasan pokok yang diajarkan adalah seluruh ajaran agama yang sesuai dengan sunnah rasulullah dan bimbingan salafush shalih, pondok pesantren darul hadits fiousy sangat menjunjung tinggi ajaran sunnah rasulullah dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari, diantara bidang-bidang ilmu yang diajarkan di pondok pesantren darul hadits fiousy adalah,
Tauhid
Ilmu Hadits
Ilmu Fiqih (Ushul dan Qowaid)
Ilmu Faroid (perhitungan waris)
Ilmu Al-Quran
Tajwid
Qiro’ah
Ilmu Bahasa Arab
Adab dan Akhlak
Wa biLLAHIttaufiq wa JazakumuLLAHU Khaira.

Sabtu, 04 Mei 2013

Mengenal Darul Hadits Dammaj Yaman




دار الحديث بدماج - حرسها الله
-Markiz Masyaikh & Penuntut Ilmu-

Nasihat yang tegas dan bermanfaat mengenai keutamaan menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj - دار الحديث بدماج - حرسها الله
Bagaimana metode pengajaran Darul Hadits Dammaj?
Metode pengajaran di Darul Hadits Dammaj adalah Tal’qin, sebagaimana dahulu Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- memakai metode ini, yaitu sang pengajar membacakan kitab dan menerangkannya kepada santri diselingi dengan tanya jawab. Dan biasanya sebelum dimulainya pelajaran dilakukan muroja’ah (mengulang pelajaran yang telah lewat) dengan cara sang pengajar bertanya kepada santri.
Adapun pelajaran umum Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri -hafizhohullohu- biasannya dimulai dengan anak-anak yang mendengarkan hafalannya, baik hafalan al-Qur’an, hadits atau matan-matan kitab para ulama. Setelah itu asy-Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri -hafizhohullohu- menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lewat kertas, kemudian beliau memulai pelajaran diselingi dengan melakukan pertanyaan-pertanyaan kepada santri, terkadang juga pelajaran diselingi dengan pembacaan bait-bait sya’ir atau memberi fatwa-fatwa atas pertanyaan-pertanyaan dari berbagai daerah dan negara. Khusus pelajaran Shohih al-Bukhori dan al-Jami’ush-Shohih, di tekankan bagi santri untuk menghapal hadits yang telah dibaca pada pelajaran sebelumnya secara berdiri. Biasanya Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri -hafizhohullohu- meminta menghapal berdasarkan urutan shof, yakni dari shof terdepan sampai ke belakang, terkadang beliau juga meminta pada santri menghapal berdasarkan daerah, kabilah atau negara.

Dimanakah terletak Darul Hadits Dammaj?
Darul Hadits Dammaj terletak di Dammaj, Provinsi Sho’dah, Yaman Utara, Republik Yaman.

Siapakah yang mendirikannya Darul Hadits Dammaj?
Bermula dari dakwah oleh Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- sepulang beliau menuntut ilmu di negeri Saudi Arabia kurang lebih pada tahun 1400 H. Dimulai dengan membangun masjid terbuat dari tanah yang dibangun oleh karib kerabatnya dan kemudian datanglah penunutut ilmu dari berbagai penjuru Yaman dan juga Mesir. Akhirnya masjid yang telah ada diperluas, kemudian dibangunlah masjid baru yang lebih luas tak seberapa jauh dari masjid semula. Dan pada tahun 1419 H dibangunlah masjid yang jauh lebih besar dan pada tahun 1426 H kembali diperluas sampai seperti yang terlihat sekarang.

Sepeninggal Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu-, siapakah yang menggantikan beliau menjadi mudir Darul Hadits Dammaj?
Sepeninggal Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- pada hari ahad tanggal 1 Jumaidil-Ula 1422 H di Rumah Sakit King Faishol Saudi Arabia, maka berdasarkan wasiat terakhir beliau menggantikan beliau sebagai mudir ma’had adalah Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri -hafizhohullohu-.



Apa saja yang diajarkan di Darul Hadits Dammaj?
Hampir semua cabang ilmu syar’i di ajarkan di Darul Hadits Dammaj?, seperti Tauhid, Aqidah, Nahwu, Lughoh, Hadits, Tafsir, Fiqih dll.

Siapa saja para pengajar di Darul Hadits Dammaj?
Pengajarnya sangat banyak, dari kalangan Masyaikh maupun Mustafid, di antara para Masyaikh adalah: Syaikh Jamil as-Shilwi, Syaikh Ahmad al-Wushobi, Syaikh Zayid al-Wushobi, Syaikh Abu Amr al-Hajuri, Syaikh Abul Hasan ‘Ali ar-Rozikhi, Syaikh Muhammad bin Hizam, dll. Para Mustafid di antaranya adalah: Abu Bilal al-Hadromi, Abul ‘Abbas as-Syihri, Hasan Bin Nur, Adnan Adz-Dzammari dan banyak lagi yang tidak dapat kami sebutkan semuanya.

Bagaimana jadwal belajar mengajar di Darul Hadits Dammaj?
Sebelumnya perlu untuk diketahui bahwa pelajaran yang ada di Darul Hadits Dammaj terbagi menjadi dua: Pelajaran Umum dan Pelajaran Khusus. Pelajaran Umum diajarkan langsung oleh Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri -hafizhohullohu-, adapun jadwalnya sebagai berikut: Ba’da Zhuhur: Tafsir Ibnu Katsir (Senin, Rabu dan Sabtu), Ba’da Zhuhur: al-Jamiush-Sholih karya Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- (Selasa, Kamis, dan Ahad), lalu Ba’da Ashar : Shohih al-Bukhori (setiap hari), kemudian Ba’da Maghrib: Syarah Shohih Muslim,’Umdatul Fiqh (karya Ibnu Qodamah), as-Sunan as=Sughro (karya al-Imam Baihaqi), Iqtidho Shirothol Mustaqiem (karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah). Pelajaran Umum ini wajib di ikuti oleh seluruh santri maupun para pengajar di Darul Hadits Dammaj. Adapun Pelajaran Khusus yang diajarkan para Masyaikh dan Mustafid, pelajaran khusus ini tidak diwajibkan bagi setiap santri, masing-masing santri bebas memilih pelajaran yang diinginkan berdasarkan kemauan dan kemampuan.

Adakah pengajar dari kalangan perempuan?
Selain pengajar pria, Darul Hadits Dammaj memiliki pengajar dari kalangan wanita yang tidak asing lagi di kalangan salafi sedunia,di antaranya : Ummu Abdillah bintu Syaikh Muqbil, Ummu Salamah As-Salafiyah, Ummu Syu’aib al –Wadi’iyah, dan sebagainya.



Apakah disyaratkan bagi yang ingin menuntut ilmu di Darul Hadits Dammajharus sudah pandai berbahasa Arab dan memiliki dasar keilmuan memadai?
Tidak disyaratkan bagi yang ingin menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj harus sudah pandai berbahasa Arab atau memiliki dasar keilmuan, bahkan banyak santri yang berasal dari Eropa dan Amerika datang dalam keadaan baru saja masuk Islam, yang mereka tidak mampu berbahasa Arab dan membaca al-Quran.

Siapa saja dari kalangan Masyaikh yang pernah belajar di Darul Hadits Dammaj?
Susah disebutkan satu persatu, karena hampir semua Ulama Yaman berasal dariDarul Hadits Dammaj, di antara mereka: Syaikh Muhammad Abdul Wahhab al-Wushobi, Syaikh Yahya bin Ali al-Hajuri, Syaikh Abdul Aziz al-Buroi, Syaikh Muhammad al-Imam, Syaikh Abdulloh Utsman, Syaikh Muhammad ash-Shumali, Syaikh Utsman as-Salimi dan banyak lagi.

Darimana saja para penuntut ilmu?
Santri Darul Hadits Dammaj saat ini berasal lebih dari 50 negara,di antaranya berasal dari: Indonesia, Malaysia, India, Inggris,Amerika, Italia, Jerman, Swedia, Palestina, Mesir, Saudi Arabia, Kazakhstan, Trinidad, Somalia dan banyak lainya.



Berapa biaya yang di butuhkan untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj?
Menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj sama sekali tidak dipungut biaya (gratis), tanpa biaya pendaftaran, makan, pendidikan, pemondokan dan segala jenis pungutan lainnya.

Apabila saya menuntut ilmu di Darul Hadits Dammaj, bagaimana tinggal dan makan saya?
Alhamdulillah, Ma’had Darul Hadits Dammaj menyediakan tempat tinggal bagi para santri yang tidak mampu membeli kamar (rumah), ada ruangan besar yang diperuntukan sebagai asrama. Adapun makan bagi para santri disajikan 3 kali sehari.

Kapan dimulainya pendaftaran santri baru Darul Hadits Dammaj?
Darul Hadits Dammaj tidak mengenal sistem masa pendaftaran, kapan saja santri datang maka insya Allah akan diterima, hal ini dikarenakan pelajaran terus berlangsung secara kontinyu secara berulang ulang baik oleh pengajar yang sama atau pengajar yang berbeda, tanpa ada istilah tahun ajaran atau masa pelajaran.

Berapa umur minimal untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj?
Tidak ada batasan umur untuk dapat belajar di Darul Hadits Dammaj, siapapun bisa datang dan belajar mulai anak-anak sampai lanjut usia. Akan tetapi bagi anak-anak di bawah umur diharuskan adanya wali seperti orang tua, kakak, paman atau siapapun yang mampu untuk bertanggung jawab terhadap anak tersebut.

Kapan santri Darul Hadits Dammaj mengalami liburan ?
Tidak ada istilah libur di Darul Hadits Dammaj, terutama jadwal pelajaran umum Syaikh Yahya. Walaupun hari jum’at, bulan Ramadhan atau hari I’ed sekalipun. Pelajaran umum di liburkan ketika sholat jum’at adanya sholat jenazah. Ketika Syaikh Yahya berhalangan berhalangan karena sakit atau sedang safar beliau di gantikan oleh masyaikh lainnya, dan biasanya yang mengantikan beliau adalah syaikh jamil.

Berapa lama masa pendidikan di Darul Hadits Dammaj?
Tidak ada istilah masa pendidikan atau masa kelulusan bagi menuntut ilmu diDarul Hadits Dammaj, selama apapun penuntut ilmu ingin belajar di Darul Hadits Dammaj maka dia di ijinkan selama bersemangat dan menjaga adab. Bahkan sebagian santri banyak yang memboyong keluarganya dengan niat hijroh dan tidak berniat kembali ke negeri asalnya.terutama santri yang berasal dari negeri-negeri kafir seperti Amerika dan Eropa.

Apabila saya menempuh pendidikan di Darul Hadits Dammaj, apakah saya akan mendapatkan gelar atau ijazah?
Tidak, antum tidak akan mendapatkan gelar atau ijazah.karena metode pendidikan di Darul Hadits Dammaj di bangun Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- di atas metode salafush-shalih.

Berapa jumlah santri Darul Hadits Dammaj saat ini?
Wallahu’Alam,menurut kabar yang kami ketahui,saat ini ada sekitar 4000 santri di tambah 2000 kepala keluarga berada di Darul Hadits Dammaj.

Berapa jumlah santri Indonesia di Darul Hadits Dammaj saat ini ?
Jumlah santri Indonesia saat ini kurang lebih 200 santri dan 17 keluarga.

Apakah keberadaan santri Indonesia di Darul Hadits Dammaj diketahui pemerintah Indonesia ?
Tentu, sedikitnya telah dua kali bapak-bapak kedutaan besar Republik Indonesia yang berkedudukan di Son’a berkunjung ke Darul Hadits Dammaj untuk melakukan dialog dan pendataan. Bahkan mereka sempat dijamu oleh Syaikh Yahya dan beliau pernah memuji pemerintah indonesia di majelis umum sebagai pemerintah yang mencintai kebaikan jadi tidak benar apabila santri indonesia diDarul Hadits Dammaj dianggap sebagai pendatang liar tanpa sepengetahuan pemerintah Indonesia.

Bagaimana hubungan Darul Hadits Dammaj dengan pemerintah Yaman ?
Semenjak zaman Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi'i -rahimahullahu- hingga saat ini, hubungan Darul Hadits Dammaj dengan pemerintah Yaman berjalan sangat baik. Bahkan banyak dari kalangan tentara pemerintah Yaman yang juga menjadi santri.
info : cara belajar di yaman

Bagi Yang Ingin Belajar Di Darul hadist Ma’bar


بسم الله الرحمن الرحيم

Darul hadist ma'bar - Karena banyak sekali yang bertanya kepada kami bagaimana caranya untuk bisa belajar ke Dar Al-Hadits Ma’bar, maka kami kedepankan sajian ini sebelum Profil Ma’had darul hadist ma'bar 03.
Pertama, keutamaan yang paling tinggi pada masa yang penuh fitnah ini adalah menuntut ilmu, sehingga seseorang bisa menjaga dirinya dari keterjerumusan. Kepada siapapun yang sudah memiliki semangat untuk menuntut ilmu maka, pertama: bersyukurlah kita kepada Allah تعالى yang telah memberikan semangat yang baik dan jarang didapat ini, kedua: ahlan wa sahlan kepada antum yang mau belajar ke sini, semoga Allah تعالى memudahkan proses dan perjalanan antum ke sini, ketiga: kami hanya berpesan jangan sia-siakan semangat belajar ini, dan hendaknya kita belajar sebaik mungkin dimanapun tempat selama kepada sumber yang benar.
Kedua, bagi yang ingin belajar di darul hadist Ma’bar maka Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam telah menentukan persayaratan yang harus dipenuhi bagi calon santri. Baik itu orang Yaman ataupun orang dari luar Yaman.
Perlu diketahui kenapa beliau memberikan persyaratan ini? Pertama: Karena zaman ini adalah zaman penuh fitnah. Kedua: Tidak sedikit orang yang ingin meruntuhkan dakwah ahlus sunnah dari dalam, dan tidak sedikit orang yang berusaha menyusup ke dalam ahlus sunnah untuk merusak ahlus sunnah dari dalam, demikian pula terkait Ma’had ini, tidak sedikit orang yang ingin menyusup dan mencemarkan keharuman nama Ma’had ini dengan berbagai pembenturan dan sebagainya.
Persyaratan bagi calon santri dari Yaman (sebagaimana beliau umumkan pada pelajaran umum):
  1. Harus memiliki indentitas yang jelas.
  2. Umur di atas 12 tahun. Kalau di bawah umur tersebut harus bersama walinya.
  3. Ahlusunnah
  4. Harus ada tazkiyah atau rekomendasi dari orang yang dikenal oleh Asy-Syaikh atau para guru di Ma’had ini. Asy-Syaikh kembali menegaskan bahwa tazkiyah ini harus tertulis.
Persyaratan bagi calon santri dari luar Yaman (sebagaimana beliau sampaikan khusus kepada kami -para santri asing-):
1. Harus memiliki indentitas yang jelas.
2. Ahlusunnah
3. Harus ada tazkiyah atau rekomendasi dari orang yang dikenal oleh Asy-Syaikh atau para guru di Ma’had ini.
Terkait orang dari Indonesia yang sudah di Yaman dan ingin ke Ma’bar maka rekomendasi diserahkan kepada beberapa orang dari kami, orang-orang yang sudah cukup lama di sini dan dikenal oleh Asy-Syaikh.
Adapun yang baru mau datang dari Indonesia maka tazkiyah dari salah satu du’at ahlus sunnah / salafy di Indonesia. Dan kami  sedikit banyak akan berhubungan dengan pihak-pihak terkait calon santri ini (entah di Indonesia entah di Yaman).
Selama dia datang membawa rekomendasi dari para du’at ahlus sunnah yang tidak terkait dengan pihak-pihak dalam no 2 maka itu cukup bagi kami dan bagi Asy-Syaikh.
Catatan penting: Rekemondasi tersebut ditegaskan kembali oleh Syaikh harus berbentuk tulisan. Dengan tanda tangan jelas dari pemberi tazkiyah. Dan kami sebagai orang-orang yang diberi amanah oleh Syaikh terkait hal ini, kami telah melakukan pertemuan dan sepakat bahwa tazkiyah tersebut selain harus bertanda tangan dan diberi nama pemberi tazkiyah, harus juga diberi nomor telepon pemberi tazkiyah. Hal ini untuk memudahkan kami klarifikasi dengan pemberi tazkiyah. Jangan sampai sudah terlanjur sampai sini tenyata Syaikh tidak menerima tazkiyah tersebut.
Asy-Syaikh menegaskan: “Hanya menerima dari salafiyin“.
Asy-Syaikh menjelaskan, bukannya beliau menghalangi atau mempersulit orang dari menuntut ilmu, namun ini semua untuk menghindari madharat yang akan menimpa dakwah ahlus sunnah.
Sebagai catatan, tidak jarang beliau mengeluarkan orang (terutama orang Yaman) karena beliau menilai keberadaannya di sini hanya membuat madharat. Beliau sangat ketat dan selektif, siapa yang niatnya sungguh-sungguh maka beliau akan memberikan perhatian yang besar dan akan betah di sini. Siapa yang niatnya hanya main-main maka dia akan merasa seperti terkekang di sini. Beliau sering berkata: “Di sini bukan tempat main-main buang-buang waktu atau membuat keributan, di sini tempat ilmu dan pembelajaran”.
Sebagai contoh: Para thulab yang berangkat dari pondok salafy bisa minta tazkiyah dari ustadznya, atau bukan santri tapi sering mengikuti kajiannya maka bisa meminta tazkiyah pada ustadz tersebut. Misal di Sulawesi bisa minta kepada Ustadz Dzulqarnain, Ustadz Adnan dan yang semisal keduanya, di Kalimantan bisa minta kepada Ustadz Askary dan semisalnya, Di Jatim bisa minta Ustadz Luqman,  Ustadz Afifuddin dan semisalnya, di Jateng bisa minta Ustadz Muhammad Sarbini, Ustadz Syafrudin dan semisalnya, di Jabar bisa minta Ustadz Muhammad As-Sewed dan semisalnya. Ini sekedar contoh, sebagaimana Syaikh sendiri menyebut sebagian nama dari nama-nama yang tercantum di atas. Secara singkat kami sebutkan : tazkiyah dari du’at salafiyin di Indonesia yang ada dari Sabang sampai Merauke. Dibuat secara tertulis diberi nama, tanda tangan dan nomor telepon pemberi tazkiyah.
Kami dan para pengurus visa sudah sepakat bahwa tazkiyah harus kami lihat dulu sebelum mulai diuruskan visanya. Kalau tidak masalah maka akan segera diuruskan, kalau ada masalah maka akan kami bicarakan dengan Syaikh. Beliau yang akan menentukan. Tazkiyah bisa discan kemudian diemailkan ke kami chokyten@yahoo.com.
Yang mau datang dari Singapura dan Malaysia juga harus membawa tazkiyah ini. Bagi yang dari dua negara ini kalau ada pertanyaan silahkan kontak kami, kami kenal baik dengan orang-orang yang mengerti seluk beluk dakwah di Singapura dan Malaysia.
4. Harus memiliki ijin tinggal. Hal ini bisa didapatkan dengan cara mendaftar ke universitas atau mendaftar ke lembaga kursus. Ada yang dengan calling visa, ada yang dengan datang dulu ke sini baru membuat ijin tinggal. Terkait caranya maka ada orang-orang yang menyediakan diri untuk mengurus hal itu, dan kami (admin) tidak ada kaitannya dengan mereka. Bagi yang ingin silahkan berhubungan dengan mereka secara khusus, mungkin kami akan berikan kontaknya.
Asy-Syaikh mewajibkan adanya ijin tinggal ini, karena beliau telah sepakat dengan pihak pemerintah Yaman bahwa siapapun yang belajar di sini harus punya ijin tinggal. Beliupun mengikutinya, dan alhamdulillah dipermudah.
Apa yang kami sampaikan ini hanyalah sekedar kepanjangan tangan dari Asy-Syaikh dan bukan kami yang mereka-reka, Asy-Syaikh menentukan demikian karena hal-hal yang dikhawatirkan tersebut telah terjadi, yang membuat beliau tersibukkan dengan hal-hal yang tidak banyak manfaatnya, dan justru mumudharatkan santri beliau yang lain. Dan Ma’had ini adalah ma’had beliau bukan ma’had kami.
Dan tidak ada maksud dari kami untuk membuat diri kami (Asy-Syaikh dan kami) ekslusif, namun sebagaimana alasan yang sudah lewat, untuk menjaga dan melindungi diri kami dari madharat yang dibawa oleh pihak yang ingin mencelakakan.
Semua penerimaan dan penolakan ada di tangan beliau dan bukan di tangan kami. Beliau meminta kami membantu sedikit, maka kamipun bersedia.
Semoga Allah تعالى memudahkan kita semua. 
INFO : cara belajar di yaman
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com
Copyright © 2014 Hasby Blog's