Sabtu, 04 Mei 2013

Bagi Yang Ingin Belajar Di Darul hadist Ma’bar


بسم الله الرحمن الرحيم

Darul hadist ma'bar - Karena banyak sekali yang bertanya kepada kami bagaimana caranya untuk bisa belajar ke Dar Al-Hadits Ma’bar, maka kami kedepankan sajian ini sebelum Profil Ma’had darul hadist ma'bar 03.
Pertama, keutamaan yang paling tinggi pada masa yang penuh fitnah ini adalah menuntut ilmu, sehingga seseorang bisa menjaga dirinya dari keterjerumusan. Kepada siapapun yang sudah memiliki semangat untuk menuntut ilmu maka, pertama: bersyukurlah kita kepada Allah تعالى yang telah memberikan semangat yang baik dan jarang didapat ini, kedua: ahlan wa sahlan kepada antum yang mau belajar ke sini, semoga Allah تعالى memudahkan proses dan perjalanan antum ke sini, ketiga: kami hanya berpesan jangan sia-siakan semangat belajar ini, dan hendaknya kita belajar sebaik mungkin dimanapun tempat selama kepada sumber yang benar.
Kedua, bagi yang ingin belajar di darul hadist Ma’bar maka Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam telah menentukan persayaratan yang harus dipenuhi bagi calon santri. Baik itu orang Yaman ataupun orang dari luar Yaman.
Perlu diketahui kenapa beliau memberikan persyaratan ini? Pertama: Karena zaman ini adalah zaman penuh fitnah. Kedua: Tidak sedikit orang yang ingin meruntuhkan dakwah ahlus sunnah dari dalam, dan tidak sedikit orang yang berusaha menyusup ke dalam ahlus sunnah untuk merusak ahlus sunnah dari dalam, demikian pula terkait Ma’had ini, tidak sedikit orang yang ingin menyusup dan mencemarkan keharuman nama Ma’had ini dengan berbagai pembenturan dan sebagainya.
Persyaratan bagi calon santri dari Yaman (sebagaimana beliau umumkan pada pelajaran umum):
  1. Harus memiliki indentitas yang jelas.
  2. Umur di atas 12 tahun. Kalau di bawah umur tersebut harus bersama walinya.
  3. Ahlusunnah
  4. Harus ada tazkiyah atau rekomendasi dari orang yang dikenal oleh Asy-Syaikh atau para guru di Ma’had ini. Asy-Syaikh kembali menegaskan bahwa tazkiyah ini harus tertulis.
Persyaratan bagi calon santri dari luar Yaman (sebagaimana beliau sampaikan khusus kepada kami -para santri asing-):
1. Harus memiliki indentitas yang jelas.
2. Ahlusunnah
3. Harus ada tazkiyah atau rekomendasi dari orang yang dikenal oleh Asy-Syaikh atau para guru di Ma’had ini.
Terkait orang dari Indonesia yang sudah di Yaman dan ingin ke Ma’bar maka rekomendasi diserahkan kepada beberapa orang dari kami, orang-orang yang sudah cukup lama di sini dan dikenal oleh Asy-Syaikh.
Adapun yang baru mau datang dari Indonesia maka tazkiyah dari salah satu du’at ahlus sunnah / salafy di Indonesia. Dan kami  sedikit banyak akan berhubungan dengan pihak-pihak terkait calon santri ini (entah di Indonesia entah di Yaman).
Selama dia datang membawa rekomendasi dari para du’at ahlus sunnah yang tidak terkait dengan pihak-pihak dalam no 2 maka itu cukup bagi kami dan bagi Asy-Syaikh.
Catatan penting: Rekemondasi tersebut ditegaskan kembali oleh Syaikh harus berbentuk tulisan. Dengan tanda tangan jelas dari pemberi tazkiyah. Dan kami sebagai orang-orang yang diberi amanah oleh Syaikh terkait hal ini, kami telah melakukan pertemuan dan sepakat bahwa tazkiyah tersebut selain harus bertanda tangan dan diberi nama pemberi tazkiyah, harus juga diberi nomor telepon pemberi tazkiyah. Hal ini untuk memudahkan kami klarifikasi dengan pemberi tazkiyah. Jangan sampai sudah terlanjur sampai sini tenyata Syaikh tidak menerima tazkiyah tersebut.
Asy-Syaikh menegaskan: “Hanya menerima dari salafiyin“.
Asy-Syaikh menjelaskan, bukannya beliau menghalangi atau mempersulit orang dari menuntut ilmu, namun ini semua untuk menghindari madharat yang akan menimpa dakwah ahlus sunnah.
Sebagai catatan, tidak jarang beliau mengeluarkan orang (terutama orang Yaman) karena beliau menilai keberadaannya di sini hanya membuat madharat. Beliau sangat ketat dan selektif, siapa yang niatnya sungguh-sungguh maka beliau akan memberikan perhatian yang besar dan akan betah di sini. Siapa yang niatnya hanya main-main maka dia akan merasa seperti terkekang di sini. Beliau sering berkata: “Di sini bukan tempat main-main buang-buang waktu atau membuat keributan, di sini tempat ilmu dan pembelajaran”.
Sebagai contoh: Para thulab yang berangkat dari pondok salafy bisa minta tazkiyah dari ustadznya, atau bukan santri tapi sering mengikuti kajiannya maka bisa meminta tazkiyah pada ustadz tersebut. Misal di Sulawesi bisa minta kepada Ustadz Dzulqarnain, Ustadz Adnan dan yang semisal keduanya, di Kalimantan bisa minta kepada Ustadz Askary dan semisalnya, Di Jatim bisa minta Ustadz Luqman,  Ustadz Afifuddin dan semisalnya, di Jateng bisa minta Ustadz Muhammad Sarbini, Ustadz Syafrudin dan semisalnya, di Jabar bisa minta Ustadz Muhammad As-Sewed dan semisalnya. Ini sekedar contoh, sebagaimana Syaikh sendiri menyebut sebagian nama dari nama-nama yang tercantum di atas. Secara singkat kami sebutkan : tazkiyah dari du’at salafiyin di Indonesia yang ada dari Sabang sampai Merauke. Dibuat secara tertulis diberi nama, tanda tangan dan nomor telepon pemberi tazkiyah.
Kami dan para pengurus visa sudah sepakat bahwa tazkiyah harus kami lihat dulu sebelum mulai diuruskan visanya. Kalau tidak masalah maka akan segera diuruskan, kalau ada masalah maka akan kami bicarakan dengan Syaikh. Beliau yang akan menentukan. Tazkiyah bisa discan kemudian diemailkan ke kami chokyten@yahoo.com.
Yang mau datang dari Singapura dan Malaysia juga harus membawa tazkiyah ini. Bagi yang dari dua negara ini kalau ada pertanyaan silahkan kontak kami, kami kenal baik dengan orang-orang yang mengerti seluk beluk dakwah di Singapura dan Malaysia.
4. Harus memiliki ijin tinggal. Hal ini bisa didapatkan dengan cara mendaftar ke universitas atau mendaftar ke lembaga kursus. Ada yang dengan calling visa, ada yang dengan datang dulu ke sini baru membuat ijin tinggal. Terkait caranya maka ada orang-orang yang menyediakan diri untuk mengurus hal itu, dan kami (admin) tidak ada kaitannya dengan mereka. Bagi yang ingin silahkan berhubungan dengan mereka secara khusus, mungkin kami akan berikan kontaknya.
Asy-Syaikh mewajibkan adanya ijin tinggal ini, karena beliau telah sepakat dengan pihak pemerintah Yaman bahwa siapapun yang belajar di sini harus punya ijin tinggal. Beliupun mengikutinya, dan alhamdulillah dipermudah.
Apa yang kami sampaikan ini hanyalah sekedar kepanjangan tangan dari Asy-Syaikh dan bukan kami yang mereka-reka, Asy-Syaikh menentukan demikian karena hal-hal yang dikhawatirkan tersebut telah terjadi, yang membuat beliau tersibukkan dengan hal-hal yang tidak banyak manfaatnya, dan justru mumudharatkan santri beliau yang lain. Dan Ma’had ini adalah ma’had beliau bukan ma’had kami.
Dan tidak ada maksud dari kami untuk membuat diri kami (Asy-Syaikh dan kami) ekslusif, namun sebagaimana alasan yang sudah lewat, untuk menjaga dan melindungi diri kami dari madharat yang dibawa oleh pihak yang ingin mencelakakan.
Semua penerimaan dan penolakan ada di tangan beliau dan bukan di tangan kami. Beliau meminta kami membantu sedikit, maka kamipun bersedia.
Semoga Allah تعالى memudahkan kita semua. 
INFO : cara belajar di yaman

0 komentar:

Posting Komentar

http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html www.lowongankerjababysitter.com www.lowongankerjapembanturumahtangga.com www.lowonganperawatlansia.com www.lowonganperawatlansia.com www.yayasanperawatlansia.com www.penyalurpembanturumahtanggaku.com www.bajubatikmodernku.com www.bestdaytradingstrategyy.com www.paketpernikahanmurahjakarta.com www.paketweddingorganizerjakarta.com www.undanganpernikahanunikmurah.com
Copyright © 2014 Hasby Blog's